SULAWESI TENGAH - Ustadz Malik menyatakan kesiapan untuk mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Menurut Ustadz Malik, menjaga keamanan dan keharmonisan sosial merupakan tanggung jawab bersama. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh yang dapat memicu kebencian dan perpecahan.
la menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang moderat dan berlandaskan nilai kebangsaan, terutama bagi generasi muda. Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima informasi, termasuk konten di media sosial yang belum jelas kebenarannya atau berpotensi menimbulkan permusuhan.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga Kabupaten Donggala tetap aman, damai, serta menjunjung tinggi nilai keberagaman
