PARIGI MOUTONG – Situasi antrean kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU 74.943.08 Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, mulai berangsur normal dan terkendali pada akhir Oktober 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami antrean panjang, khususnya kendaraan truk yang mengisi BBM jenis Solar subsidi.
Pihak pengelola SPBU Kampal menyampaikan bahwa penyaluran Solar subsidi setiap harinya mencapai 16 kiloliter (KL) atau 16.000 liter. BBM tersebut didistribusikan kepada kelompok penerima yang berhak, di antaranya petani, nelayan, kendaraan truk ekspedisi, pelaku UMKM, serta pengusaha lokal yang bergerak di bidang pengangkutan material untuk mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, SPBU Kampal juga menyiapkan alokasi sekitar 80 jeriken Solar subsidi bagi petani dan nelayan. Penyaluran dilakukan pada hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa pasokan Solar subsidi untuk SPBU Kampal berasal dari Depo Donggala. Dengan volume penyaluran sekitar 16 KL per hari, SPBU tersebut menjadi salah satu titik utama pelayanan Solar subsidi di wilayah Parigi sehingga tingginya kebutuhan masyarakat kerap menyebabkan antrean kendaraan, khususnya truk.
Dalam pelaksanaannya, pengelola mengaku tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam proses penyaluran BBM bersubsidi. Pengisian Solar subsidi untuk kendaraan truk juga disebut dilakukan dengan nilai rata-rata sekitar Rp650.000 per kendaraan.
Terkait antrean kendaraan yang terkadang mengganggu aktivitas pelaku UMKM di sekitar SPBU, pihak pengelola menyatakan telah melakukan langkah antisipasi terhadap dugaan praktik pelangsiran BBM jenis Pertalite. Salah satunya dengan mencatat nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan pengisian berulang.
Data kendaraan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak Polsek untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. Pengelola juga menyampaikan telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina pusat agar kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran dapat diproses, termasuk kemungkinan pemblokiran barcode.
Pihak SPBU berharap distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lebih tertib dan tepat sasaran sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya petani, nelayan, pelaku UMKM, dan sektor transportasi, tetap terpenuhi.
Masyarakat juga diimbau untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Dengan demikian, stabilitas distribusi BBM di wilayah Parigi Moutong diharapkan tetap terjaga dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.
